Kecamatan Sebangau Kuala Terdapat Lima Desa Keluarga Beresiko Stunting

Kecamatan Sebangau Kuala Terdapat Lima Desa Keluarga Beresiko Stunting

Ket Foto : Pj Bupati Pulang Pisau Nunu Andriani, saat menghadiri Rembuk Stunting di Kecamatan Sebangau Kuala, belum lama ini. FN-Diskominfo Pulang Pisau

Pulang Pisau (Fastnews) – Penjabat (PJ) Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Nunu Andriani menyatakan, dari hasil Lokakarya Mini (Lokmin) Kecamatan Sebangau Kuala, dari delapan desa terdapat lima desa masuk dalam kategori keluarga beresiko stunting berjumlah 42.

“Dari delapan desa di Sebangau Kuala terdata ada lima desa yang menjadi locus dan mendapatkan penanganan atau intervensi, baik secara spesifik maupun sensitifnya. Lebih spesifiknya ini akan dilakukan oleh DP3AP2KB,” kata Pj Bupati Nunu Andriani, saat Rembuk Stunting di Kecamatan Sebangau Kuala, Kamis (29/2/2024).

Ada 42 anak yang nantinya mendapatkan tambahan makanan sesuai dengan usia dan juga gizinya yang bervariasi selama kurang lebih tiga bulan. Dalam penangganan stunting dimulai dari DP3AP2KB selama satu bulan dengan menu per sepuluh hari bervariasi, dan dibantu oleh tim pendamping keluarga untuk memasak makanan.

“Dari 42 anak sasaran keluarga beresiko stunting ini sudah ada by name dan by addressnya. Jadi data ini merupakan data Februari dari Puskesmas dan memang anak tersebut gizinya terindikasi krisis. Artinya 42 anak inilah yang akan dilakukan intervensi satu bulan dari Dharma Wanita dan satu bulan dari pemerintah desa dan selebihnya dari kecamatan,” katanya.

Dijelaskannya, dalam penanganan intervensi ini dilakukan selama tiga bulan. Untuk kedepannya, baru bisa dilakukan dengan mudah intervensi stunting.

“Apakah dalam waktu tiga bulan ini ada penurunan secara signifikan. Jika sudah dilakukan intervensi dengan tepat dan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan audit stunting dari Tim Pakar dan Ahli stunting sehingga akan penyebab dan faktor dominan dari stunting apakah spesifik atau sensitif,”  terangnya.

Orang nomor satu di kabupaten setempat ini meminta penanganan dan mencegah keluarga beresiko stunting harus terus dilakukan. Diantaranya, sambungnya, pendampingan terhadap calon pengantin dengan memperhatikan kesehatan sebelum menikah, dan harus benar-benar mendapatkan cek kesehatan. (Arief Suseno)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *